7 Aset Wisata PALI diharap Menjadi Magnet Wisatawan

Oleh Redaksi KABARPALI | 09 April 2017
Candi Bumi Ayu. (photo : saivaya)


PALI [kabarpali.com] – Sebagai kabupaten baru, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menggali dan mengeksplorasi segala bentuk sumber daya yang dimilikinya. Tak hanya Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) namun juga potensi-potensi lainnya. Tak terkecuali aset wisata.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI ; Drs Suprihyatno, saat ini sebanyak tujuh aset wisata di PALI sudah dipatenkan dan diharap akan menjadi daya tarik kedatangan wisatawan.

Ketujuh aset wisata tersebut yakni Candi Bumiayu di Kecamatan Tanah Abang, Danau Kalimacala di Talang Ubi, Batanghari Siku di Karta Dewa, Danau Pantai Jodoh di Tanjung Kurung, Danau Pring di Raja Jaya, Danau Air Itam di Air Itam dan Lapangan Golf di Pendopo Talang Ubi.

“Kita harapkan beberapa aset wisata tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan. Meski saat ini memang semuanya perlu penataan agar bisa lebih menarik lagi,” tutur mantan Kepala Badan KBPP itu, Rabu (29/3).

Penataan aset wisata itu, tambah Suprih, tentu bukan hanya tugas Disbudpar saja. Melainkan tanggung jawab lintas sektor, karena harus ditata di semua bidangnya.

“Diharapkan nanti dengan tumbuhnya kunjungan wisata di beberapa tempat tersebut akan juga menumbuhkan ekonomi rakyat, yang juga berimbas pada pemasukan daerah,” urai Suprih pada kabarpali.com.

Sementara ini, tambahnya lagi, karena dinas yang dipimpinnya baru terbentuk, tentu dari sisi anggaran masih sangat minim. Oleh karenanya, ke depan mereka sudah mengusulkan beberapa rencana untuk pengembangan sektor pariwisata PALI.

“Sudah banyak yang kita usulkan. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun anggaran 2018 nanti. Salah satunya pembentukan Desa Wisata.”

Desa Wisata itu, jelas Suprih nantinya merupakan penopang wisata Candi Bumiayu. Sehingga direncanakan berada tidak jauh dari situs terbesar di Sumsel tersebut.

“Kita mencontoh Desa Wisata di Surabaya. Diharapkan hal itu akan juga menjadi nilai tambah daya tarik wisata di Bumiayu. Termasuk saran Sekda agar setiap ada kegiatan akbar supaya dipusatkan di Candi Bumi Ayu,” pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

102119 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79810 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39688 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26403 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23731 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Sebagai kabupaten baru, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menggali dan mengeksplorasi segala bentuk sumber daya yang dimilikinya. Tak hanya Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) namun juga potensi-potensi lainnya. Tak terkecuali aset wisata.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI ; Drs Suprihyatno, saat ini sebanyak tujuh aset wisata di PALI sudah dipatenkan dan diharap akan menjadi daya tarik kedatangan wisatawan.

Ketujuh aset wisata tersebut yakni Candi Bumiayu di Kecamatan Tanah Abang, Danau Kalimacala di Talang Ubi, Batanghari Siku di Karta Dewa, Danau Pantai Jodoh di Tanjung Kurung, Danau Pring di Raja Jaya, Danau Air Itam di Air Itam dan Lapangan Golf di Pendopo Talang Ubi.

“Kita harapkan beberapa aset wisata tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan. Meski saat ini memang semuanya perlu penataan agar bisa lebih menarik lagi,” tutur mantan Kepala Badan KBPP itu, Rabu (29/3).

Penataan aset wisata itu, tambah Suprih, tentu bukan hanya tugas Disbudpar saja. Melainkan tanggung jawab lintas sektor, karena harus ditata di semua bidangnya.

“Diharapkan nanti dengan tumbuhnya kunjungan wisata di beberapa tempat tersebut akan juga menumbuhkan ekonomi rakyat, yang juga berimbas pada pemasukan daerah,” urai Suprih pada kabarpali.com.

Sementara ini, tambahnya lagi, karena dinas yang dipimpinnya baru terbentuk, tentu dari sisi anggaran masih sangat minim. Oleh karenanya, ke depan mereka sudah mengusulkan beberapa rencana untuk pengembangan sektor pariwisata PALI.

“Sudah banyak yang kita usulkan. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun anggaran 2018 nanti. Salah satunya pembentukan Desa Wisata.”

Desa Wisata itu, jelas Suprih nantinya merupakan penopang wisata Candi Bumiayu. Sehingga direncanakan berada tidak jauh dari situs terbesar di Sumsel tersebut.

“Kita mencontoh Desa Wisata di Surabaya. Diharapkan hal itu akan juga menjadi nilai tambah daya tarik wisata di Bumiayu. Termasuk saran Sekda agar setiap ada kegiatan akbar supaya dipusatkan di Candi Bumi Ayu,” pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Anggota DPRD PALI, Herdiyanto: Santri Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa dan Penguat Persatuan NKRI

22 Oktober 2026 414

PALI [kabarpali.com] – Memperingati Hari Santri Nasional, Herdiyanto, [...]

Herdianto Pimpin DPC PKB PALI 2026–2031, Bidik Tiga Kursi DPRD

20 Oktober 2026 547

PALI [kabarpali.com] – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai [...]

PGRI PALI Bakal Gelar Bedah Buku Perlindungan Hukum terhadap Guru, Perkuat Pemahaman Tenaga Pendidik

19 Oktober 2026 556

PALI [kabarpali.com] – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten [...]

close button