Marak Calo Klaim BPJS Ketenagakerjaan, Warga PALI dan Sekitarnya Resah

Oleh Redaksi KABARPALI | 24 April 2026
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Prabumulih saat memberikan keterangan pada awak media.


Prabumulih [kabarpali.com] - Masyarakat di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, dan Kota Prabumulih mengeluhkan maraknya praktik percaloan dalam pengurusan klaim pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

Para calo diduga aktif mencari korban dengan cara menghubungi peserta melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon. Mereka menawarkan jasa pengurusan klaim dengan iming-iming proses yang cepat dan mudah, termasuk bagi peserta yang sudah lama tidak bekerja.

Namun, jasa tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Para calo meminta imbalan berkisar 30 hingga 50 persen dari total dana yang berhasil dicairkan.

Sejumlah warga juga mengaku khawatir karena pelaku kerap mengetahui secara rinci data kepesertaan, termasuk jumlah saldo yang dapat dicairkan. Informasi tersebut seharusnya bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak berwenang.

Salah satu warga PALI, Ando, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan pernah dihubungi oleh pihak yang mengaku bisa membantu pencairan dana dengan cepat.

“Saya pernah ditelepon dan ditawari bantuan pencairan, mereka bahkan tahu saldo saya. Ini membuat saya khawatir soal keamanan data pribadi,” ujar Ando.

Menanggapi hal ini, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Prabumulih, Eva Erika Yahudin, didampingi Dwi Astuti, Account Refresentatif Perwakilan, menegaskan tidak ada keterlibatan orang dalam terkait aksi para calo tersebut. Ia menduga data peserta diperoleh melalui peretasan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa perantara dalam proses klaim. Peserta disarankan mengurus pencairan secara mandiri dengan datang langsung ke kantor resmi atau melalui layanan digital," ujarnya, di kantornya, Kamis siang (23/4/2026).

Ditambahkan Eva, Untuk memudahkan akses, kantor induk BPJS Ketenagakerjaan berada di Muara Enim, sementara kantor cabang tersedia di Prabumulih serta unit layanan juga telah hadir di Kabupaten PALI.

Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan resmi, termasuk aplikasi JMO dan hotline yang disediakan, agar proses pengurusan klaim dapat dilakukan secara aman, mudah, dan terpercaya.[red/pwi]

BERITA LAINNYA

101849 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78860 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39254 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25639 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23424 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

Prabumulih [kabarpali.com] - Masyarakat di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, dan Kota Prabumulih mengeluhkan maraknya praktik percaloan dalam pengurusan klaim pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

Para calo diduga aktif mencari korban dengan cara menghubungi peserta melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon. Mereka menawarkan jasa pengurusan klaim dengan iming-iming proses yang cepat dan mudah, termasuk bagi peserta yang sudah lama tidak bekerja.

Namun, jasa tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Para calo meminta imbalan berkisar 30 hingga 50 persen dari total dana yang berhasil dicairkan.

Sejumlah warga juga mengaku khawatir karena pelaku kerap mengetahui secara rinci data kepesertaan, termasuk jumlah saldo yang dapat dicairkan. Informasi tersebut seharusnya bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak berwenang.

Salah satu warga PALI, Ando, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan pernah dihubungi oleh pihak yang mengaku bisa membantu pencairan dana dengan cepat.

“Saya pernah ditelepon dan ditawari bantuan pencairan, mereka bahkan tahu saldo saya. Ini membuat saya khawatir soal keamanan data pribadi,” ujar Ando.

Menanggapi hal ini, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Prabumulih, Eva Erika Yahudin, didampingi Dwi Astuti, Account Refresentatif Perwakilan, menegaskan tidak ada keterlibatan orang dalam terkait aksi para calo tersebut. Ia menduga data peserta diperoleh melalui peretasan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa perantara dalam proses klaim. Peserta disarankan mengurus pencairan secara mandiri dengan datang langsung ke kantor resmi atau melalui layanan digital," ujarnya, di kantornya, Kamis siang (23/4/2026).

Ditambahkan Eva, Untuk memudahkan akses, kantor induk BPJS Ketenagakerjaan berada di Muara Enim, sementara kantor cabang tersedia di Prabumulih serta unit layanan juga telah hadir di Kabupaten PALI.

Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan resmi, termasuk aplikasi JMO dan hotline yang disediakan, agar proses pengurusan klaim dapat dilakukan secara aman, mudah, dan terpercaya.[red/pwi]

BERITA TERKAIT

Daya Beli Masyarakat Menurun, Dinkop UKM PALI Siapkan Terobosan PALI Night Culinary

06 Juni 2026 473

PALI [kabarpali.com] – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat akibat [...]

BPS PALI Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Peningkatan Layanan Statistik

27 Mei 2026 262

PALI [kabarpali.com] — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penukal Abab [...]

Pererat Sinergi dengan Media, Bupati PALI Kurbankan Sapi untuk Insan Pers

27 Mei 2026 248

PALI [kabarpali.com] - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, [...]

close button