Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Bengkulu, Getarannya Terasa Hingga PALI
PALI [kabarpali.com] — Suasana hening dini hari Jumat (23/5/2025) mendadak terusik. Sebagian warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku merasakan getaran ringan selama beberapa detik, cukup untuk membangunkan mereka dari tidur.
Guncangan tersebut ternyata berasal dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah barat daya Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada pukul 02.52 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 43 kilometer barat daya Bengkulu, pada kedalaman 10 kilometer.
Menurut laporan BMKG, getaran gempa paling kuat dirasakan di Kota Bengkulu dan Empat Lawang dengan intensitas skala MMI IV hingga V, cukup untuk membuat benda-benda ringan bergoyang dan sebagian warga panik keluar rumah.
Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Kepahiang, Liwa, Lemong, Tais, Muko-Muko, Rejang Lebong, dan Lubuk Linggau juga merasakan getaran dengan skala MMI III-IV.
Di Kabupaten PALI, getaran yang dirasakan warga termasuk ringan dan tidak menimbulkan kepanikan, namun cukup terasa bagi mereka yang masih terjaga atau yang memiliki kepekaan terhadap guncangan.
“Sekitar jam tiga pagi saya merasa kasur seperti bergetar pelan, saya kira cuma perasaan. Tapi ternyata setelah lihat berita, memang ada gempa di Bengkulu,” ujar Dian (32), warga Talang Ubi.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan maupun korban di wilayah Kabupaten PALI akibat getaran tersebut.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, terutama bagi daerah-daerah yang berada dekat dengan episentrum.
Pagi harinya, aktivitas warga kembali normal. Namun peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sumatera, sebagai salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, harus terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
“Getarannya memang tidak kuat di sini, tapi cukup bikin jantung deg-degan. Mudah-mudahan tidak ada susulan,” tambah Dian sambil tersenyum kecut.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan meminta masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang belum dapat diverifikasi.[red]










