Filosofi Menghanyutkan Rakit dalam Ritual Sedekah Bedusun di Desa Purun: Lima Gadis Suci Pembawa Persembahan

Oleh Redaksi KABARPALI | 28 Agustus 2025


PALI [kabarpali.com] – Tradisi Sedekah Bedusun di Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menyimpan makna filosofis yang mendalam. Salah satu prosesi yang paling sakral dalam ritual ini adalah menghanyutkan rakit berisi sajian khusus persembahan ke Sungai Sebagut.

Disampaikan Tetua Adat setempat, prosesi ini dipimpin oleh lima gadis suci, yakni remaja berusia sekitar 13 tahun yang belum mengalami menstruasi. Mereka dipercaya sebagai simbol kesucian dan pembawa berkah dalam upacara adat yang telah diwariskan turun-temurun ini.

Rakit yang dihanyutkan di sungai berisi aneka sajian seperti ayam panggang tiga warna, lemang, dan bubur putih. Setiap sajian memiliki filosofi tersendiri:

• Ayam tiga warna melambangkan tiga unsur kehidupan: hitam untuk malam yang gelap, putih untuk siang yang terang, dan kuning untuk kesempurnaan.

• Lemang menjadi simbol kemakmuran di bidang pangan.

• Bubur putih merepresentasikan kesucian dan kesehatan.

Sajian ini kemudian diletakkan di atas rakit dan dihanyutkan di Sungai Sebagut. Ritual ini dipercaya sebagai doa agar segala hal buruk dapat terhindar, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat desa.

Ritual Sedekah Bedusun di desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 27 dan 28 Agustus 2025. Prosesi ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga pernah dilakukan pada  sekira 1996.

Rangkaian Sedekah Bedusun antara lain ziarah pada makam Puyang Nengkoda, merawat pusaka peninggalannya, pemotongan kerbau dan sapi, serta berdoa dan makan bersama.

"Tradisi ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pengingat nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan penghormatan terhadap alam," ujar warga setempat.[red]

BERITA LAINNYA

102112 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79795 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39678 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26389 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23725 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Tradisi Sedekah Bedusun di Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menyimpan makna filosofis yang mendalam. Salah satu prosesi yang paling sakral dalam ritual ini adalah menghanyutkan rakit berisi sajian khusus persembahan ke Sungai Sebagut.

Disampaikan Tetua Adat setempat, prosesi ini dipimpin oleh lima gadis suci, yakni remaja berusia sekitar 13 tahun yang belum mengalami menstruasi. Mereka dipercaya sebagai simbol kesucian dan pembawa berkah dalam upacara adat yang telah diwariskan turun-temurun ini.

Rakit yang dihanyutkan di sungai berisi aneka sajian seperti ayam panggang tiga warna, lemang, dan bubur putih. Setiap sajian memiliki filosofi tersendiri:

• Ayam tiga warna melambangkan tiga unsur kehidupan: hitam untuk malam yang gelap, putih untuk siang yang terang, dan kuning untuk kesempurnaan.

• Lemang menjadi simbol kemakmuran di bidang pangan.

• Bubur putih merepresentasikan kesucian dan kesehatan.

Sajian ini kemudian diletakkan di atas rakit dan dihanyutkan di Sungai Sebagut. Ritual ini dipercaya sebagai doa agar segala hal buruk dapat terhindar, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat desa.

Ritual Sedekah Bedusun di desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 27 dan 28 Agustus 2025. Prosesi ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga pernah dilakukan pada  sekira 1996.

Rangkaian Sedekah Bedusun antara lain ziarah pada makam Puyang Nengkoda, merawat pusaka peninggalannya, pemotongan kerbau dan sapi, serta berdoa dan makan bersama.

"Tradisi ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pengingat nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan penghormatan terhadap alam," ujar warga setempat.[red]

BERITA TERKAIT

Anggota DPRD PALI, Herdiyanto: Santri Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa dan Penguat Persatuan NKRI

22 Oktober 2026 230

PALI [kabarpali.com] – Memperingati Hari Santri Nasional, Herdiyanto, [...]

Herdianto Pimpin DPC PKB PALI 2026–2031, Bidik Tiga Kursi DPRD

20 Oktober 2026 412

PALI [kabarpali.com] – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai [...]

PGRI PALI Bakal Gelar Bedah Buku Perlindungan Hukum terhadap Guru, Perkuat Pemahaman Tenaga Pendidik

19 Oktober 2026 459

PALI [kabarpali.com] – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten [...]

close button