PWI PALI Ajak Wartawan Berdiskusi: Menakar Kemerdekaan dan Masa Depan Pers
PALI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan menggelar kegiatan “Diskusi Pers tentang Kemerdekaan” sekaligus “Apresiasi Lomba Menulis Puisi” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin besok, 24 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Media Center PWI PALI, Beracung, Pendopo. Sejumlah tamu undangan juga dijadwalkan hadir, di antaranya Kepala Diskominfostaper PALI serta jajaran manajemen Pertamina EP.
Dikatakan Ketua PWI PALI, Joko Sadewo,S.H.,M.H., Diskusi ini tidak sekadar menjadi momentum memperingati kemerdekaan, tetapi juga ruang bagi insan pers di PALI untuk menyampaikan pandangan mengenai kondisi bangsa dan masa depan wartawan di daerah.
"Salah satu isu yang akan dibahas adalah pola kerja sama antara insan pers dengan pemerintah daerah maupun BUMN, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan," ujarnya didampingi Sekretaris PWI PALI, Habibi M. Aridi, S.Kom.I, Minggu pagi (23/8/2026).
Ditambahkannya, konsep diskusi dibuat terbuka. Para wartawan akan diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun pengalaman yang mereka temui selama menjalankan tugas. Berbagai pandangan tersebut selanjutnya akan didiskusikan, dirumuskan, disimpulkan, dan dicatat sebagai bahan masukan.
"Untuk persoalan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, hasil diskusi akan disampaikan secara bersurat kepada Presiden melalui Sekretariat Kabinet. Sementara persoalan yang menjadi kewenangan daerah akan disampaikan kepada Bupati PALI melalui Diskominfostaper," tukasnya.
Forum ini dinilai penting karena berita dan ruang diskusi memiliki fungsi yang berbeda. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dituntut menjaga objektivitas dan tidak mencampurkan opini pribadi ke dalam berita. Karena itu, forum diskusi menjadi ruang yang lebih tepat bagi insan pers untuk menyampaikan perspektif, keresahan, gagasan, serta apa yang mereka lihat dan rasakan secara langsung di lapangan.
"Apapun respons dan tindak lanjut terhadap hasil diskusi nantinya tetap menjadi kewenangan pemangku kebijakan. Namun, melalui forum tersebut, insan pers di PALI diharapkan dapat ikut berkontribusi memberikan masukan, kritik, dan saran untuk mendorong perbaikan serta kebaikan masyarakat dan daerah," imbuh Josa, panggilan akrab Joko Sadewo.
Adapun tema pembahasan akan berkembang pada sejumlah persoalan aktual. Salah satunya mengenai makna kemerdekaan menurut perspektif masing-masing wartawan di PALI, termasuk apa saja indikator kemerdekaan dan bagaimana mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi juga akan mengangkat kondisi kemerdekaan pers di Indonesia dan PALI saat ini, tantangan yang dihadapi wartawan, serta berbagai isu yang tengah menjadi perhatian publik.
Selain agenda diskusi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang Lomba Menulis Puisi PWI PALI yang telah diumumkan pada 21 Agustus 2026. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada para peserta yang telah menuangkan gagasan dan semangat kemerdekaan melalui karya sastra.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga telah menyiapkan undian doorprize berupa sejumlah hadiah, di antaranya kaos dan tas eksklusif bagi peserta yang beruntung. Seluruh wartawan PALI diharapkan dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum ini, sehingga diskusi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan gagasan dan masukan yang bermanfaat bagi masa depan pers serta pembangunan Kabupaten PALI.**










