PWI PALI Gelar Lomba Puisi, Maknai Kemerdekaan dalam Sajak

Oleh Redaksi KABARPALI | 17 Agustus 2026


PALI [kabarpali.com] — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengajak masyarakat memaknai arti kemerdekaan melalui karya sastra.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui lomba menulis puisi bertema “Memaknai Kemerdekaan Melalui Sajak”. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menuangkan pandangan, harapan, kritik, hingga rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air dalam bentuk karya puitis.

Lomba diselenggarakan melalui akun media sosial resmi PWI PALI dan terbuka untuk masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang. Peserta dapat mengikuti perlombaan melalui platform Facebook, Instagram, maupun TikTok.

Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 20 Agustus 2026, sedangkan pengumuman para pemenang akan dilaksanakan pada 21 Agustus 2026.

Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai upaya ikut melestarikan kesenian dan budaya literasi, khususnya dalam bidang sastra.

“Melalui puisi, kemerdekaan bisa dimaknai dari berbagai sudut pandang. Ada yang menuangkan rasa syukur, perjuangan, harapan untuk masa depan, bahkan kritik sosial. Semua itu bisa disampaikan melalui bahasa yang indah dan penuh makna,” ujar Joko.

Menurutnya, kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Lebih jauh, kemerdekaan juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan melalui karya, kreativitas, kepedulian, serta gagasan yang membangun.

Dalam pelaksanaannya, PWI PALI bekerja sama dengan Pertamina EP serta mendapat dukungan dari sejumlah pihak lainnya. Panitia juga telah menyiapkan hadiah jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi bagi empat karya terbaik.

Untuk mengikuti lomba, peserta dapat menuliskan karya puisinya pada kolom komentar unggahan pengumuman lomba di akun resmi PWI PALI. Peserta juga diperbolehkan mengunggah karya melalui akun media sosial masing-masing dengan menandai akun resmi PWI PALI serta melakukan tag terhadap tiga akun teman.

Karya yang dikirimkan nantinya akan dinilai oleh tim juri yang melibatkan seniman di Sumatera Selatan serta guru atau praktisi sastra Bahasa Indonesia. Pelibatan juri dari kalangan seni dan sastra tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas serta objektivitas penilaian.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau mendapatkan hadiah. Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi, mengekspresikan pandangannya tentang Indonesia dan kemerdekaan melalui karya. Mudah-mudahan kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kembali minat terhadap sastra dan budaya literasi,” kata Joko.

PWI PALI berharap lomba puisi tersebut dapat menjadi alternatif perayaan kemerdekaan yang kreatif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan pemikirannya melalui karya.

Sebab, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dimaknai dan diisi dengan karya.[pwi]

BERITA LAINNYA

101967 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79131 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39446 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26018 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23582 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengajak masyarakat memaknai arti kemerdekaan melalui karya sastra.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui lomba menulis puisi bertema “Memaknai Kemerdekaan Melalui Sajak”. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menuangkan pandangan, harapan, kritik, hingga rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air dalam bentuk karya puitis.

Lomba diselenggarakan melalui akun media sosial resmi PWI PALI dan terbuka untuk masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang. Peserta dapat mengikuti perlombaan melalui platform Facebook, Instagram, maupun TikTok.

Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 20 Agustus 2026, sedangkan pengumuman para pemenang akan dilaksanakan pada 21 Agustus 2026.

Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai upaya ikut melestarikan kesenian dan budaya literasi, khususnya dalam bidang sastra.

“Melalui puisi, kemerdekaan bisa dimaknai dari berbagai sudut pandang. Ada yang menuangkan rasa syukur, perjuangan, harapan untuk masa depan, bahkan kritik sosial. Semua itu bisa disampaikan melalui bahasa yang indah dan penuh makna,” ujar Joko.

Menurutnya, kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Lebih jauh, kemerdekaan juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan melalui karya, kreativitas, kepedulian, serta gagasan yang membangun.

Dalam pelaksanaannya, PWI PALI bekerja sama dengan Pertamina EP serta mendapat dukungan dari sejumlah pihak lainnya. Panitia juga telah menyiapkan hadiah jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi bagi empat karya terbaik.

Untuk mengikuti lomba, peserta dapat menuliskan karya puisinya pada kolom komentar unggahan pengumuman lomba di akun resmi PWI PALI. Peserta juga diperbolehkan mengunggah karya melalui akun media sosial masing-masing dengan menandai akun resmi PWI PALI serta melakukan tag terhadap tiga akun teman.

Karya yang dikirimkan nantinya akan dinilai oleh tim juri yang melibatkan seniman di Sumatera Selatan serta guru atau praktisi sastra Bahasa Indonesia. Pelibatan juri dari kalangan seni dan sastra tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas serta objektivitas penilaian.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau mendapatkan hadiah. Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi, mengekspresikan pandangannya tentang Indonesia dan kemerdekaan melalui karya. Mudah-mudahan kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kembali minat terhadap sastra dan budaya literasi,” kata Joko.

PWI PALI berharap lomba puisi tersebut dapat menjadi alternatif perayaan kemerdekaan yang kreatif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan pemikirannya melalui karya.

Sebab, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dimaknai dan diisi dengan karya.[pwi]

BERITA TERKAIT

Sufmi Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI di Tengah Polemik Laporan Penghinaan Wartawan

30 Juli 2026 569

Jakarta [kabarpali.com] – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad [...]

Membiarkan Pers Rapuh: Strategi Sunyi Melemahkan Demokrasi

04 Maret 2026 536

Sejak awal kemerdekaan, media massa dan jurnalis menempati posisi terhormat [...]

HPN 2026 di PALI, Firdaus Hasbullah Dinobatkan Legislator Terkomunikatif oleh PWI

09 Februari 2026 503

PALI [kabarpali.com] — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di [...]

close button