Muaraenim Harus Segera Serahkan Aset PDAM ke PALI

Oleh Redaksi KABARPALI | 13 November 2016
PDAM Pendopo-Teluk Lubuk.


PALI [kabarpali.com] – Sejumlah tokoh masyarakat PALI menyikapi statemen dari Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim ; Puryadi dengan cibiran. Sebelumnya, Puryadi menyebutkan Pemkab PALI bakal rugi apabila menguasai asset PDAM Teluk Lubuk – Pendopo, yang saat ini di bawah naungan Perusahaan Daerah (Perusda) Muara Enim.

Menurut salah satu tokoh masyarakat PALI ; Edi Rahmadi, bahwa ucapan Puryadi tidak berdasar. Pihak PDAM terlalu memandang kecil kemampuan Kabupaten di bawah pimpinan Heri Amalindo.

"PALI tidak akan lagi memakai intake yang ada di Teluk Lubuk, apabila sudah diserahkan. Semuanya bakal diputus. Sebab, ditahun 2017 PALI punya anggaran untuk bangun jaringan air bersih, dan nanti akan membuat intake di Tanah Abang. Serta akan membuka jaringan baru ke Pendopo dan daerah-daerah yang dilalui jaringan air PAM tersebut," ungkap Edi kepada wartawan, Minggu (13/11).

Dijelaskannya, bahwa sebaiknya penyedia air bersih tidak dikelola oleh Perusda, melainkan harus terpisah dan langsung di bawah Bupati.

"Nantinya penyedia air bersih kalau bisa tidak lagi di kelola Perusda, dan seharusnya jangan mengambil keuntungan, tidak seperti sekarang. Dimana PDAM Lematang Enim mematok harga tinggi sehingga jadi beban berat bagi masyarakat PALI. Kami usulkan, penyedia air bersih dikelola tersendiri dan langsung dibawah Bupati," jelasnya.

Sementara itu, Darmadi Suhaimi wakil ketua II DPRD PALI, menyarankan agar pihak PDAM Lematang Enim duduk bersama. Dirinya juga setuju akan rencana membangun intake di daerah Tanah Abang. Bahkan kalau bisa jangan hanya di satu titik saja, tetapi harus ada di setiap kecamatan.

"Menurut undang-undang, seharusnya apabila sudah berjalan tiga tahun, asset yang ada di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) PALI diserahkan oleh Kabupaten induk. Baik itu asset berjalan maupun tidak, termasuk jaringan PDAM. Di sini jangan bicara bakal untung atau rugi, lebih baik duduk bersama, agar masalah ini cepat selesai," ujarnya.

Terpisah, Soemarjono anggota Komisi III DPRD PALI mengatakan bahwa selaku wakil rakyat dirinya bersama kawan-kawan lainnya siap menyetujui apabila Pemkab PALI mengajukan anggaran untuk pembangunan jaringan air bersih.

Yang sifatnya untuk pelayanan masyarakat, jangan menyebut untung atau rugi. Dan saya bersama kawan-kawan yang duduk di Dewan, siap menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah untuk pembangunan jaringan air bersih," bebernya.

Untuk pengelolaan penyaluran air bersih, sambung politisi senior PDI-P ini,  nantinya dirembukan kembali, yang penting asset PDAM diserahkan ke Pemkab PALI terlebih dahulu.

"Mau dikelola oleh Perusda atau  siapapun,yang penting asset PDAM sudah diserahkan ke PALI, baru kita putuskan lagi melalui musyawarah," ujarnya.

Sumaryono juga menyesalkan sampai tiga tahun lebih kabupaten PALI berdiri, tapi masih banyak aset yang belum diserahkan.

"Ini masalahnya apa? Padahal dasar hukumnya sangat jelas. Undang undang RI nomor 7 tahun 2013. Kenapa sampai enggan diserahkan, toh Muaraenim tidak rugi. Apalagi intake dan jaringannya sedari awal dibangun dulu memang diperuntukkan untuk masyarakat Talang Ubi yang notabene masyarakat PALI. Bahkan saat pembangunannya dulu, gagasan pembentukan kabupaten PALI sudah digaungkan," pungkas politisi yang akrab dipanggil Pakde itu.[red]

BERITA LAINNYA

101933 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79058 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39385 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25913 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23547 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Sejumlah tokoh masyarakat PALI menyikapi statemen dari Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim ; Puryadi dengan cibiran. Sebelumnya, Puryadi menyebutkan Pemkab PALI bakal rugi apabila menguasai asset PDAM Teluk Lubuk – Pendopo, yang saat ini di bawah naungan Perusahaan Daerah (Perusda) Muara Enim.

Menurut salah satu tokoh masyarakat PALI ; Edi Rahmadi, bahwa ucapan Puryadi tidak berdasar. Pihak PDAM terlalu memandang kecil kemampuan Kabupaten di bawah pimpinan Heri Amalindo.

"PALI tidak akan lagi memakai intake yang ada di Teluk Lubuk, apabila sudah diserahkan. Semuanya bakal diputus. Sebab, ditahun 2017 PALI punya anggaran untuk bangun jaringan air bersih, dan nanti akan membuat intake di Tanah Abang. Serta akan membuka jaringan baru ke Pendopo dan daerah-daerah yang dilalui jaringan air PAM tersebut," ungkap Edi kepada wartawan, Minggu (13/11).

Dijelaskannya, bahwa sebaiknya penyedia air bersih tidak dikelola oleh Perusda, melainkan harus terpisah dan langsung di bawah Bupati.

"Nantinya penyedia air bersih kalau bisa tidak lagi di kelola Perusda, dan seharusnya jangan mengambil keuntungan, tidak seperti sekarang. Dimana PDAM Lematang Enim mematok harga tinggi sehingga jadi beban berat bagi masyarakat PALI. Kami usulkan, penyedia air bersih dikelola tersendiri dan langsung dibawah Bupati," jelasnya.

Sementara itu, Darmadi Suhaimi wakil ketua II DPRD PALI, menyarankan agar pihak PDAM Lematang Enim duduk bersama. Dirinya juga setuju akan rencana membangun intake di daerah Tanah Abang. Bahkan kalau bisa jangan hanya di satu titik saja, tetapi harus ada di setiap kecamatan.

"Menurut undang-undang, seharusnya apabila sudah berjalan tiga tahun, asset yang ada di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) PALI diserahkan oleh Kabupaten induk. Baik itu asset berjalan maupun tidak, termasuk jaringan PDAM. Di sini jangan bicara bakal untung atau rugi, lebih baik duduk bersama, agar masalah ini cepat selesai," ujarnya.

Terpisah, Soemarjono anggota Komisi III DPRD PALI mengatakan bahwa selaku wakil rakyat dirinya bersama kawan-kawan lainnya siap menyetujui apabila Pemkab PALI mengajukan anggaran untuk pembangunan jaringan air bersih.

Yang sifatnya untuk pelayanan masyarakat, jangan menyebut untung atau rugi. Dan saya bersama kawan-kawan yang duduk di Dewan, siap menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah untuk pembangunan jaringan air bersih," bebernya.

Untuk pengelolaan penyaluran air bersih, sambung politisi senior PDI-P ini,  nantinya dirembukan kembali, yang penting asset PDAM diserahkan ke Pemkab PALI terlebih dahulu.

"Mau dikelola oleh Perusda atau  siapapun,yang penting asset PDAM sudah diserahkan ke PALI, baru kita putuskan lagi melalui musyawarah," ujarnya.

Sumaryono juga menyesalkan sampai tiga tahun lebih kabupaten PALI berdiri, tapi masih banyak aset yang belum diserahkan.

"Ini masalahnya apa? Padahal dasar hukumnya sangat jelas. Undang undang RI nomor 7 tahun 2013. Kenapa sampai enggan diserahkan, toh Muaraenim tidak rugi. Apalagi intake dan jaringannya sedari awal dibangun dulu memang diperuntukkan untuk masyarakat Talang Ubi yang notabene masyarakat PALI. Bahkan saat pembangunannya dulu, gagasan pembentukan kabupaten PALI sudah digaungkan," pungkas politisi yang akrab dipanggil Pakde itu.[red]

BERITA TERKAIT

Sufmi Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI di Tengah Polemik Laporan Penghinaan Wartawan

30 Juli 2026 303

Jakarta [kabarpali.com] – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad [...]

Bertani Organik di Ladang Migas, Sutarni Menanam Harapan dan Kemandirian

20 Mei 2026 316

PALI [kabarpali.com] – Di tengah kawasan migas legendaris Pendopo, [...]

PDAM Rusak, Warga Talang Ubi Berebut Beli Air Bersih

03 Mei 2026 593

PALI [kabarpali.com] - Terhentinya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air [...]

close button