PDAM Rusak, Warga Talang Ubi Berebut Beli Air Bersih

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 Mei 2026
Ilustrasi/ai


PALI [kabarpali.com] - Terhentinya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memicu kepanikan warga. Masyarakat terpaksa berebut membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gangguan ini dipicu oleh kerusakan trafo listrik milik PDAM yang diumumkan akan menyebabkan distribusi air terhenti hingga lima hari ke depan. Namun, warga mengaku pengumuman tersebut terlambat, karena aliran air sudah lebih dulu mati sejak beberapa hari sebelumnya.

Kondisi ini membuat pelanggan kehilangan kepercayaan terhadap kepastian layanan. Sejumlah warga pun mulai mencari alternatif sumber air, mulai dari menampung air hujan hingga membeli air dari pedagang keliling.

Eti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Golf Handayani Mulya, Talang Ubi—yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari kantor PDAM—mengaku terpaksa membeli air karena layanan PDAM tidak dapat diandalkan.

“Walaupun kebutuhan rumah tangga banyak dan harga air mulai naik, kami harus tetap membeli. Mau tidak mau harus menyisihkan biaya,” ujarnya.

Tingginya permintaan juga menyebabkan antrean panjang di kalangan pembeli. Bahkan, Eti mengaku pesanannya belum juga terpenuhi meski sudah memesan sejak sehari sebelumnya.

“Saya sudah pesan sejak semalam, tapi sampai malam ini belum diantar. Kata pedagang, harus antre karena pembeli membludak akibat PDAM rusak,” keluhnya.

Ia juga menyayangkan kurangnya langkah antisipatif dari pemerintah terhadap persoalan yang dinilai kerap berulang tersebut. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar yang seharusnya menjadi prioritas utama.

“Seharusnya pemerintah lebih serius memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, kondisi ini justru membawa berkah bagi para pedagang air. Damar, salah satu penjual air di Talang Ubi, mengaku mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah saat permintaan meningkat drastis.

“Alhamdulillah, rezeki. Tapi pengantaran juga harus antre karena pesanan sangat banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Adi Nugraha, S.T., hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan media.[red]

BERITA LAINNYA

101849 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78860 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39254 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25639 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23424 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] - Terhentinya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memicu kepanikan warga. Masyarakat terpaksa berebut membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gangguan ini dipicu oleh kerusakan trafo listrik milik PDAM yang diumumkan akan menyebabkan distribusi air terhenti hingga lima hari ke depan. Namun, warga mengaku pengumuman tersebut terlambat, karena aliran air sudah lebih dulu mati sejak beberapa hari sebelumnya.

Kondisi ini membuat pelanggan kehilangan kepercayaan terhadap kepastian layanan. Sejumlah warga pun mulai mencari alternatif sumber air, mulai dari menampung air hujan hingga membeli air dari pedagang keliling.

Eti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Golf Handayani Mulya, Talang Ubi—yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari kantor PDAM—mengaku terpaksa membeli air karena layanan PDAM tidak dapat diandalkan.

“Walaupun kebutuhan rumah tangga banyak dan harga air mulai naik, kami harus tetap membeli. Mau tidak mau harus menyisihkan biaya,” ujarnya.

Tingginya permintaan juga menyebabkan antrean panjang di kalangan pembeli. Bahkan, Eti mengaku pesanannya belum juga terpenuhi meski sudah memesan sejak sehari sebelumnya.

“Saya sudah pesan sejak semalam, tapi sampai malam ini belum diantar. Kata pedagang, harus antre karena pembeli membludak akibat PDAM rusak,” keluhnya.

Ia juga menyayangkan kurangnya langkah antisipatif dari pemerintah terhadap persoalan yang dinilai kerap berulang tersebut. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar yang seharusnya menjadi prioritas utama.

“Seharusnya pemerintah lebih serius memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, kondisi ini justru membawa berkah bagi para pedagang air. Damar, salah satu penjual air di Talang Ubi, mengaku mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah saat permintaan meningkat drastis.

“Alhamdulillah, rezeki. Tapi pengantaran juga harus antre karena pesanan sangat banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Adi Nugraha, S.T., hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan media.[red]

BERITA TERKAIT

Daya Beli Masyarakat Menurun, Dinkop UKM PALI Siapkan Terobosan PALI Night Culinary

06 Juni 2026 470

PALI [kabarpali.com] – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat akibat [...]

BPS PALI Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Peningkatan Layanan Statistik

27 Mei 2026 262

PALI [kabarpali.com] — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penukal Abab [...]

Pererat Sinergi dengan Media, Bupati PALI Kurbankan Sapi untuk Insan Pers

27 Mei 2026 248

PALI [kabarpali.com] - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, [...]

close button