Isu Retak Patah: Heri Amalindo dan Bupati Asgianto Duduk Satu Meja, Bahas Masa Depan PALI
PALI [kabarpali.com] — Isu keretakan hubungan antara dua tokoh penting di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya terbantahkan. Mantan Bupati PALI dua periode, Heri Amalindo, terlihat duduk satu meja dan bersilaturahmi hangat dengan Bupati PALI saat ini, Asgianto.
Pertemuan tersebut berlangsung di Guest House Pendopoan Rumah Dinas Bupati PALI pada Selasa (24/3/2026), bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Suasana yang tercipta tampak akrab dan penuh nuansa kekeluargaan, jauh dari kesan adanya ketegangan di antara keduanya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua DPRD PALI Ubaidillah, Wakil Ketua DPRD Firdaus Hasbullah, serta tokoh masyarakat Erwin Eriza Putra. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pertemuan strategis yang sarat makna.
Pertemuan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang sebelumnya menilai adanya keretakan hubungan antara kedua tokoh. Justru sebaliknya, momen Lebaran menjadi ruang rekonsiliasi yang mencairkan perbedaan dan membuka peluang kolaborasi ke depan.
Lebih dari sekadar ajang saling memaafkan, dialog yang terbangun di antara Heri Amalindo dan Asgianto disebut mengarah pada pembahasan masa depan pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi untuk mendorong kemajuan PALI melalui sinergi pengalaman dan kepemimpinan baru.
Sejumlah pihak menilai, pertemuan ini menjadi sinyal kuat dimulainya era kolaborasi antara dua generasi kepemimpinan di PALI. Pengalaman Heri Amalindo selama memimpin dua periode diyakini dapat menjadi fondasi penting, yang jika dipadukan dengan energi dan gagasan baru dari Asgianto, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Momentum ini juga menjadi pesan moral bagi masyarakat bahwa perbedaan politik bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, kebersamaan dan komunikasi yang baik justru menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Jika sinergi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kabupaten PALI akan memasuki babak baru pembangunan yang lebih solid, dengan kekuatan kolaborasi sebagai fondasi utamanya.[red]










