Heri Amalindo Persoalkan Surat Pemberhentian Bupati, KPU PALI : Bukan Kewenangan Kami!

Oleh Redaksi KABARPALI | 06 Maret 2025
Pelantikan Kepala Daerah oleh Presiden.


PALI [kabarpali.com] - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2020-2025, H. Heri Amalindo mempertanyakan surat pemberhentiannya pasca purna tugas, dan digantikan Bupati yang baru, Asgianto, ST.

Surat pemberhentian itu, menurut Heri penting untuk mengurus hak-haknya di masa pensiun sebagai kepala daerah di Bumi Serepat Serasan. Sebelumnya, Ia juga sempat diisukan akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Hingga saat ini belum ada (surat pemberhentian). Ya, kita hanya mempertanyakan saja," cetusnya singkat, diwawancara awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (3/3/2025).

Terkait hal ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sunario, S.E., mengatakan bahwa soal surat pemberhentian bukan merupakan kewenangan mereka. Melainkan ranah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia juga mengatakan bahwa meski masa jabatan Heri Amalindo tidak pas berakhir 5 tahun, namun aturan itu sah berdasarkan Pasal 201 Undang-undang 15 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah, serta dikuatkan dengan Putusan MK Nomor 27/PUU-XXII/2024.

Adapun Pasal 201 ayat (7) UU No. 10 Tahun 2016 berbunyi: “Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil Pemilihan tahun 2020 menjabat sampai dengan tahun 2024”

"Sudah sah. Bahwa masa jabatan bupati dianggap berakhir dengan dilantiknya Kepala Daerah baru oleh Presiden, pada  20 Februari 2025 lalu," ujarnya.

Sunario menambahkan bahwa, kewenangan KPU Kabupaten PALI terbatas hanya menyampaikan rekomendasi hasil Pilkada yang telah dilaksanakan kepada DPRD PALI, yang kemudian bersurat kepada Kemendagri melalui Gubernur Sumsel.

"Kemudian pelantikan diselenggarakan oleh Kemendagri, yang pada beberapa waktu lalu dilantik langsung oleh Presiden secara serentak," pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

102128 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79847 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39700 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26433 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23742 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2020-2025, H. Heri Amalindo mempertanyakan surat pemberhentiannya pasca purna tugas, dan digantikan Bupati yang baru, Asgianto, ST.

Surat pemberhentian itu, menurut Heri penting untuk mengurus hak-haknya di masa pensiun sebagai kepala daerah di Bumi Serepat Serasan. Sebelumnya, Ia juga sempat diisukan akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Hingga saat ini belum ada (surat pemberhentian). Ya, kita hanya mempertanyakan saja," cetusnya singkat, diwawancara awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (3/3/2025).

Terkait hal ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sunario, S.E., mengatakan bahwa soal surat pemberhentian bukan merupakan kewenangan mereka. Melainkan ranah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia juga mengatakan bahwa meski masa jabatan Heri Amalindo tidak pas berakhir 5 tahun, namun aturan itu sah berdasarkan Pasal 201 Undang-undang 15 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah, serta dikuatkan dengan Putusan MK Nomor 27/PUU-XXII/2024.

Adapun Pasal 201 ayat (7) UU No. 10 Tahun 2016 berbunyi: “Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil Pemilihan tahun 2020 menjabat sampai dengan tahun 2024”

"Sudah sah. Bahwa masa jabatan bupati dianggap berakhir dengan dilantiknya Kepala Daerah baru oleh Presiden, pada  20 Februari 2025 lalu," ujarnya.

Sunario menambahkan bahwa, kewenangan KPU Kabupaten PALI terbatas hanya menyampaikan rekomendasi hasil Pilkada yang telah dilaksanakan kepada DPRD PALI, yang kemudian bersurat kepada Kemendagri melalui Gubernur Sumsel.

"Kemudian pelantikan diselenggarakan oleh Kemendagri, yang pada beberapa waktu lalu dilantik langsung oleh Presiden secara serentak," pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

PGRI dan Dewan Pendidikan PALI Sampaikan Keluhan Guru PPPK yang Belum Gajian, Disdik Janji Segera Selesaikan

29 Oktober 2026 749

PALI [kabarpali.com] – Keterlambatan pembayaran gaji guru Pegawai [...]

Bupati Asgianto Terima Audiensi PGRI PALI, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan

27 Oktober 2026 461

PALI [kabarpali.com] – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), [...]

close button