Tindak Lanjut Pelatihan, Tim Ekspedisi Patriot Susun Rencana Aksi Kader Kesehatan Lingkungan di Kawasan Transmigrasi PETATA

Oleh Redaksi KABARPALI | 30 Oktober 2026


PALI, Sumatera Selatan – Rabu (28/10/2026) Sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan lingkungan guna menekan risiko stunting dan mencegah penyakit berbasis lingkungan, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) 2026 melaksanakan kegiatan tindak lanjut Pelatihan Kader Kesehatan Lingkungan di Desa Karang Tanding dan Tanding Marga, Kawasan Transmigrasi PETATA, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Model Pendampingan Terpadu Berbasis Komunitas yang bertujuan memastikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Deviasri Triyana, selaku Koordinator Tim Ekspedisi Patriot, menjelaskan bahwa pelatihan kader kesehatan lingkungan merupakan salah satu poin utama yang telah dirumuskan dalam proposal program kerja Tim Ekspedisi Patriot PETATA Tahun 2026. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kader yang mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara berkelanjutan.


“Pelatihan kader kesehatan lingkungan ini menjadi salah satu poin utama yang telah dirumuskan dalam proposal program kerja Tim Ekspedisi Patriot PETATA Tahun 2026. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah kawasan transmigrasi PETATA, Kabupaten PALI,” ujar Deviasri Triyana.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot memberikan penguatan pemahaman mengenai pengertian dan peran kader kesehatan lingkungan. Kader tidak hanya diposisikan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai edukator, pemantau, penggerak, dan penghubung antara masyarakat dengan pihak terkait. Keempat peran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan, sanitasi, serta kualitas lingkungan permukiman.

Selanjutnya, para kader melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Observasi ini bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, kondisi sanitasi, ketersediaan air bersih, potensi genangan air, serta kebersihan lingkungan. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar bagi kader untuk menentukan permasalahan prioritas dan merumuskan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan oleh Kholifatun, salah satu kader aktif Posyandu di Desa Karang Tanding. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari berbagai sumber penyakit. Ia menilai sejumlah permasalahan kesehatan yang terjadi di lingkungan desa berkaitan erat dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Pasalnya, beberapa permasalahan kesehatan yang terjadi di desa ini berkaitan dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat, seperti penumpukan sampah, keberadaan nyamuk, serta sanitasi dan ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan,” ungkap Ibu Kholifatun.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama Tim Ekspedisi Patriot. Beberapa agenda yang dirumuskan meliputi edukasi pemilahan sampah rumah tangga pada bulan pertama, edukasi pengolahan air minum aman pada bulan kedua, serta pelaksanaan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin bersama masyarakat. Rencana kerja ini diharapkan menjadi pedoman bagi kader dalam menjalankan kegiatan edukasi dan pemantauan kesehatan lingkungan di masing-masing desa.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, Tim Ekspedisi Patriot Undip 2026 berharap keberadaan kader kesehatan lingkungan di Desa Karang Tanding dan Tanding Marga tidak berhenti pada pembentukan dan pelatihan semata, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Dengan adanya observasi langsung dan rencana kerja yang terarah, program kader kesehatan lingkungan di Kawasan Transmigrasi PETATA diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni.

BERITA LAINNYA

102127 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79846 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39698 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26431 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23741 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI, Sumatera Selatan – Rabu (28/10/2026) Sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan lingkungan guna menekan risiko stunting dan mencegah penyakit berbasis lingkungan, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) 2026 melaksanakan kegiatan tindak lanjut Pelatihan Kader Kesehatan Lingkungan di Desa Karang Tanding dan Tanding Marga, Kawasan Transmigrasi PETATA, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Model Pendampingan Terpadu Berbasis Komunitas yang bertujuan memastikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Deviasri Triyana, selaku Koordinator Tim Ekspedisi Patriot, menjelaskan bahwa pelatihan kader kesehatan lingkungan merupakan salah satu poin utama yang telah dirumuskan dalam proposal program kerja Tim Ekspedisi Patriot PETATA Tahun 2026. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kader yang mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara berkelanjutan.


“Pelatihan kader kesehatan lingkungan ini menjadi salah satu poin utama yang telah dirumuskan dalam proposal program kerja Tim Ekspedisi Patriot PETATA Tahun 2026. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah kawasan transmigrasi PETATA, Kabupaten PALI,” ujar Deviasri Triyana.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot memberikan penguatan pemahaman mengenai pengertian dan peran kader kesehatan lingkungan. Kader tidak hanya diposisikan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai edukator, pemantau, penggerak, dan penghubung antara masyarakat dengan pihak terkait. Keempat peran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan, sanitasi, serta kualitas lingkungan permukiman.

Selanjutnya, para kader melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Observasi ini bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, kondisi sanitasi, ketersediaan air bersih, potensi genangan air, serta kebersihan lingkungan. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar bagi kader untuk menentukan permasalahan prioritas dan merumuskan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan oleh Kholifatun, salah satu kader aktif Posyandu di Desa Karang Tanding. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari berbagai sumber penyakit. Ia menilai sejumlah permasalahan kesehatan yang terjadi di lingkungan desa berkaitan erat dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Pasalnya, beberapa permasalahan kesehatan yang terjadi di desa ini berkaitan dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat, seperti penumpukan sampah, keberadaan nyamuk, serta sanitasi dan ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan,” ungkap Ibu Kholifatun.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama Tim Ekspedisi Patriot. Beberapa agenda yang dirumuskan meliputi edukasi pemilahan sampah rumah tangga pada bulan pertama, edukasi pengolahan air minum aman pada bulan kedua, serta pelaksanaan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin bersama masyarakat. Rencana kerja ini diharapkan menjadi pedoman bagi kader dalam menjalankan kegiatan edukasi dan pemantauan kesehatan lingkungan di masing-masing desa.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, Tim Ekspedisi Patriot Undip 2026 berharap keberadaan kader kesehatan lingkungan di Desa Karang Tanding dan Tanding Marga tidak berhenti pada pembentukan dan pelatihan semata, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Dengan adanya observasi langsung dan rencana kerja yang terarah, program kader kesehatan lingkungan di Kawasan Transmigrasi PETATA diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni.

BERITA TERKAIT

PGRI dan Dewan Pendidikan PALI Sampaikan Keluhan Guru PPPK yang Belum Gajian, Disdik Janji Segera Selesaikan

29 Oktober 2026 744

PALI [kabarpali.com] – Keterlambatan pembayaran gaji guru Pegawai [...]

Bupati Asgianto Terima Audiensi PGRI PALI, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan

27 Oktober 2026 452

PALI [kabarpali.com] – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), [...]

Anggota DPRD PALI, Herdiyanto: Santri Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa dan Penguat Persatuan NKRI

22 Oktober 2026 533

PALI [kabarpali.com] – Memperingati Hari Santri Nasional, Herdiyanto, [...]

close button