Bupati PALI Soroti Insiden Keracunan 173 Siswa, Tegaskan Evaluasi dan Perbaikan Program MBG

Oleh Redaksi KABARPALI | 07 Mei 2025
Asgianto


PALI [kabarpali.com] – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan makanan yang menimpa 173 pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menduga insiden ini terjadi akibat kelalaian dan kesalahan teknis dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Kami tidak mencari kambing hitam, tapi tanggung jawab harus ditegakkan. Jika ditemukan kelalaian, sanksi akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab. Ini adalah momentum penting untuk memperbaiki sistem dan pengawasan program ke depan,” ujar Bupati Asgianto dalam pernyataannya, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menunjang kesehatan dan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program ini harus dilakukan secara ketat di semua lini, baik oleh penyedia katering maupun oleh pihak pemerintah daerah.

“Kejadian ini sangat kami sesalkan. Ratusan siswa yang menjadi korban seharusnya mendapatkan manfaat, bukan justru terdampak buruk. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mencegah hal serupa terulang,” tegasnya.

Dari 174 siswa yang tercatat mengalami gejala keracunan, sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Saat ini, sembilan siswa masih dirawat di RSUD Talang Ubi dan dalam pengawasan ketat tenaga medis. Sementara itu, siswa lainnya telah diperbolehkan pulang dalam kondisi stabil.

“Anak-anak yang masih dirawat sedang menjalani observasi lebih lanjut. Kami memastikan mereka mendapat pelayanan medis terbaik hingga benar-benar pulih,” jelasnya.

Meskipun demikian, Bupati menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan jalannya program MBG di PALI. Ia menilai program ini tetap krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi muda, namun pelaksanaan ke depan harus dilakukan dengan pengawasan ekstra dan perbaikan sistem yang menyeluruh.

“Anak-anak adalah masa depan daerah kita. Program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga bentuk komitmen kami terhadap masa depan mereka. Kami akan pastikan MBG berjalan lebih aman, tepat sasaran, dan memberi manfaat yang optimal,” pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

101927 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79036 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39377 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25900 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23539 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan makanan yang menimpa 173 pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menduga insiden ini terjadi akibat kelalaian dan kesalahan teknis dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Kami tidak mencari kambing hitam, tapi tanggung jawab harus ditegakkan. Jika ditemukan kelalaian, sanksi akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab. Ini adalah momentum penting untuk memperbaiki sistem dan pengawasan program ke depan,” ujar Bupati Asgianto dalam pernyataannya, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menunjang kesehatan dan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program ini harus dilakukan secara ketat di semua lini, baik oleh penyedia katering maupun oleh pihak pemerintah daerah.

“Kejadian ini sangat kami sesalkan. Ratusan siswa yang menjadi korban seharusnya mendapatkan manfaat, bukan justru terdampak buruk. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mencegah hal serupa terulang,” tegasnya.

Dari 174 siswa yang tercatat mengalami gejala keracunan, sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Saat ini, sembilan siswa masih dirawat di RSUD Talang Ubi dan dalam pengawasan ketat tenaga medis. Sementara itu, siswa lainnya telah diperbolehkan pulang dalam kondisi stabil.

“Anak-anak yang masih dirawat sedang menjalani observasi lebih lanjut. Kami memastikan mereka mendapat pelayanan medis terbaik hingga benar-benar pulih,” jelasnya.

Meskipun demikian, Bupati menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan jalannya program MBG di PALI. Ia menilai program ini tetap krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi muda, namun pelaksanaan ke depan harus dilakukan dengan pengawasan ekstra dan perbaikan sistem yang menyeluruh.

“Anak-anak adalah masa depan daerah kita. Program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga bentuk komitmen kami terhadap masa depan mereka. Kami akan pastikan MBG berjalan lebih aman, tepat sasaran, dan memberi manfaat yang optimal,” pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 125

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Kejari PALI Tetapkan Lima Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp900 Juta

21 Juli 2026 982

PALI [kabarpali.com] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab [...]

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 223

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

close button