Bangun Kesadaran Lingkungan Sehat, Tim Ekspedisi Patriot Berdayakan Kader Desa Tanding Marga dan Karang Tanding pada Kawasan Transmigrasi PETATA

Oleh Redaksi KABARPALI | 12 Oktober 2026


PALI, Sumatera Selatan – Kamis (8/10/2026) Tim Ekspedisi Patriot PETATA Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan kader kesehatan lingkungan di Desa Tanding Marga dan Desa Karang Tanding, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

 Pemamparan Materi Kader Kesehatan Lingkungan Oleh Pak Hengky Hendri

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kaderisasi kesehatan lingkungan oleh Bapak Hengky selaku Penyuluh Kesehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan tempat tinggal guna mencegah berbagai risiko penyakit. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi para kader untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan membantu mengatasi berbagai persoalan kesehatan lingkungan di desa.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan kader ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terlebih dalam mengatasi masalah kesehatan lingkungan yang dihadapi,” ujar Pak Hengky Hendri selaku Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan PALI.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Setelah penyampaian materi kesehatan lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga. Pada sesi pertama, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot memberikan penjelasan sekaligus demonstrasi pembuatan eco enzyme melalui proses fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, bersama air dan gula. Pengolahan ini diperkenalkan sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah dapur agar memiliki nilai guna sekaligus mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke lingkungan.

Ketua Tim 23 Ekspedisi Patriot, Ibu Yusniar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja tim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat. “Pelatihan ini kami masukkan ke dalam program kerja Tim Ekspedisi Patriot karena pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan limbah organik agar memiliki nilai guna, sementara limbah anorganik juga diharapkan dapat dikelola secara optimal sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Ibu Yusniar.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot 23 bersama kader Mendemonstrasikan Pembuatan Eco Enzyme

Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Peserta diperkenalkan pada tahapan persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Melalui praktik langsung ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan hasil pelatihan, Tim Ekspedisi Patriot juga menyerahkan secara simbolis komposter dan perlengkapan pendukung pembuatan POC kepada kader desa. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan praktik pengolahan sampah organik secara mandiri sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Anggota Tim 23 Ekpedisi Patriot Memberikan Bantuan Peralatan Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui pelatihan ini, Tim Ekspedisi Patriot PETATA Universitas Diponegoro berharap para kader dapat menjadi penggerak masyarakat dalam menerapkan pengelolaan limbah organik dan anorganik secara tepat dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Desa Tanding Marga dan Desa Karang Tanding.

BERITA LAINNYA

102088 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79706 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39649 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26338 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23707 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI, Sumatera Selatan – Kamis (8/10/2026) Tim Ekspedisi Patriot PETATA Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan kader kesehatan lingkungan di Desa Tanding Marga dan Desa Karang Tanding, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

 Pemamparan Materi Kader Kesehatan Lingkungan Oleh Pak Hengky Hendri

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kaderisasi kesehatan lingkungan oleh Bapak Hengky selaku Penyuluh Kesehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan tempat tinggal guna mencegah berbagai risiko penyakit. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi para kader untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan membantu mengatasi berbagai persoalan kesehatan lingkungan di desa.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan kader ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terlebih dalam mengatasi masalah kesehatan lingkungan yang dihadapi,” ujar Pak Hengky Hendri selaku Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan PALI.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Setelah penyampaian materi kesehatan lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga. Pada sesi pertama, perwakilan Tim Ekspedisi Patriot memberikan penjelasan sekaligus demonstrasi pembuatan eco enzyme melalui proses fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, bersama air dan gula. Pengolahan ini diperkenalkan sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah dapur agar memiliki nilai guna sekaligus mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke lingkungan.

Ketua Tim 23 Ekspedisi Patriot, Ibu Yusniar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja tim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat. “Pelatihan ini kami masukkan ke dalam program kerja Tim Ekspedisi Patriot karena pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara tepat. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan limbah organik agar memiliki nilai guna, sementara limbah anorganik juga diharapkan dapat dikelola secara optimal sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Ibu Yusniar.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot 23 bersama kader Mendemonstrasikan Pembuatan Eco Enzyme

Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Peserta diperkenalkan pada tahapan persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Melalui praktik langsung ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan hasil pelatihan, Tim Ekspedisi Patriot juga menyerahkan secara simbolis komposter dan perlengkapan pendukung pembuatan POC kepada kader desa. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan praktik pengolahan sampah organik secara mandiri sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Anggota Tim 23 Ekpedisi Patriot Memberikan Bantuan Peralatan Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui pelatihan ini, Tim Ekspedisi Patriot PETATA Universitas Diponegoro berharap para kader dapat menjadi penggerak masyarakat dalam menerapkan pengelolaan limbah organik dan anorganik secara tepat dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Desa Tanding Marga dan Desa Karang Tanding.

BERITA TERKAIT

Dinkes PALI Klaim Sudah Imbau Warga Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap Karhutla

09 Oktober 2026 373

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab [...]

ISPU PALI Masuk Kategori Berbahaya, Dinkes Disorot: Belum Ada Gebrakan Lindungi Masyarakat

09 Oktober 2026 353

PALI [kabarpali.com] — Buruknya kualitas udara di Kabupaten Penukal Abab [...]

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Disdik PALI Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

01 Oktober 2026 597

PALI [kabarpali.com] — Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

close button