Pertumbuhan Ekonomi PALI Triwulan II 2025 Tercatat 4,94 Persen

Oleh Redaksi KABARPALI | 16 September 2025


PALI [kabarpali.com] – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Triwulan II-2025 tercatat sebesar 4,94 persen (y-on-y). Angka ini berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 5,42 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi PALI pada Triwulan II-2025 mengalami peningkatan tipis dibandingkan Triwulan I-2025 yang tercatat sebesar 4,89 persen. Meski begitu, capaian tersebut masih menempatkan PALI di papan tengah dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.

Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan II-2025, yakni mencapai 7,17 persen. Sementara itu, pertumbuhan terendah terjadi di Kota Pagar Alam dengan 4,31 persen.

Secara tren tahunan (Q1-2024 hingga Q2-2025), pertumbuhan ekonomi PALI bergerak fluktuatif, dengan catatan tertinggi pada Triwulan III-2024 sebesar 5,77 persen dan terendah di Triwulan I-2024 sebesar 4,09 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi PALI relatif stabil, dorongan lebih besar dibutuhkan untuk mengejar rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi. Penguatan sektor unggulan daerah, terutama energi dan migas, pertanian, serta perdagangan lokal, dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan lebih optimal ke depan.

Faktor Penopang Ekonomi PALI

1. Sektor Migas dan Energi

Sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, PALI masih sangat bergantung pada industri migas. Aktivitas hulu migas, terutama dari wilayah kerja Pertamina, menjadi motor utama pertumbuhan. Namun, ketergantungan ini membuat PALI rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kebijakan produksi nasional.

2. Pertanian dan Perkebunan

Selain migas, sektor pertanian—khususnya perkebunan kelapa sawit dan karet—juga menjadi penopang ekonomi. Harga komoditas yang relatif stabil di paruh pertama 2025 membantu menjaga daya beli petani, meski produktivitas masih menghadapi tantangan dari faktor cuaca dan infrastruktur.

3. Perdagangan dan Jasa Lokal

Pusat pertumbuhan ekonomi di Talang Ubi dan sekitarnya menunjukkan geliat positif. Sektor perdagangan ritel, jasa, dan konsumsi rumah tangga terus berkembang seiring bertambahnya populasi dan perputaran ekonomi daerah.

4. Infrastruktur dan Investasi

Pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik turut mendorong aktivitas distribusi barang dan jasa. Namun, keterbatasan investasi di luar sektor migas masih menjadi pekerjaan rumah besar agar pertumbuhan lebih merata.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski tumbuh stabil, angka pertumbuhan PALI masih tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Selatan, seperti Muara Enim yang mencatat pertumbuhan tertinggi 7,17 persen pada Triwulan II-2025.

Pengamat ekonomi daerah menilai, Pemkab PALI perlu memperkuat diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada migas. Peningkatan nilai tambah sektor pertanian, pengembangan UMKM, serta hilirisasi perkebunan diyakini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tahan ekonomi.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, PALI diprediksi tetap menjadi salah satu daerah penopang ekonomi Sumatera Selatan. Namun, optimalisasi sektor non-migas akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.[red]

BERITA LAINNYA

101931 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79041 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39377 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25905 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23541 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Triwulan II-2025 tercatat sebesar 4,94 persen (y-on-y). Angka ini berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 5,42 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi PALI pada Triwulan II-2025 mengalami peningkatan tipis dibandingkan Triwulan I-2025 yang tercatat sebesar 4,89 persen. Meski begitu, capaian tersebut masih menempatkan PALI di papan tengah dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.

Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan II-2025, yakni mencapai 7,17 persen. Sementara itu, pertumbuhan terendah terjadi di Kota Pagar Alam dengan 4,31 persen.

Secara tren tahunan (Q1-2024 hingga Q2-2025), pertumbuhan ekonomi PALI bergerak fluktuatif, dengan catatan tertinggi pada Triwulan III-2024 sebesar 5,77 persen dan terendah di Triwulan I-2024 sebesar 4,09 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi PALI relatif stabil, dorongan lebih besar dibutuhkan untuk mengejar rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi. Penguatan sektor unggulan daerah, terutama energi dan migas, pertanian, serta perdagangan lokal, dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan lebih optimal ke depan.

Faktor Penopang Ekonomi PALI

1. Sektor Migas dan Energi

Sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, PALI masih sangat bergantung pada industri migas. Aktivitas hulu migas, terutama dari wilayah kerja Pertamina, menjadi motor utama pertumbuhan. Namun, ketergantungan ini membuat PALI rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kebijakan produksi nasional.

2. Pertanian dan Perkebunan

Selain migas, sektor pertanian—khususnya perkebunan kelapa sawit dan karet—juga menjadi penopang ekonomi. Harga komoditas yang relatif stabil di paruh pertama 2025 membantu menjaga daya beli petani, meski produktivitas masih menghadapi tantangan dari faktor cuaca dan infrastruktur.

3. Perdagangan dan Jasa Lokal

Pusat pertumbuhan ekonomi di Talang Ubi dan sekitarnya menunjukkan geliat positif. Sektor perdagangan ritel, jasa, dan konsumsi rumah tangga terus berkembang seiring bertambahnya populasi dan perputaran ekonomi daerah.

4. Infrastruktur dan Investasi

Pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik turut mendorong aktivitas distribusi barang dan jasa. Namun, keterbatasan investasi di luar sektor migas masih menjadi pekerjaan rumah besar agar pertumbuhan lebih merata.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski tumbuh stabil, angka pertumbuhan PALI masih tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Selatan, seperti Muara Enim yang mencatat pertumbuhan tertinggi 7,17 persen pada Triwulan II-2025.

Pengamat ekonomi daerah menilai, Pemkab PALI perlu memperkuat diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada migas. Peningkatan nilai tambah sektor pertanian, pengembangan UMKM, serta hilirisasi perkebunan diyakini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tahan ekonomi.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, PALI diprediksi tetap menjadi salah satu daerah penopang ekonomi Sumatera Selatan. Namun, optimalisasi sektor non-migas akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.[red]

BERITA TERKAIT

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 128

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Kejari PALI Tetapkan Lima Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp900 Juta

21 Juli 2026 993

PALI [kabarpali.com] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab [...]

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 226

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

close button