KPUD PALI : Berani Politik Uang, Selain dipidana Caleg Bisa Diskualifikasi!

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 Februari 2019
Ilustrasi/net.


PALI [kabarpali.com] - Kisruh desas desus terkait strategi Calon Legislatif (Caleg) yang berniat bermain politik uang (money politic) pada Pileg 17 April 2019 nanti, disikapi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI dengan ancaman akan mendiskualifikasi Caleg yang ditemukan melakukan sogok pada pemilih tersebut.
 
Menurut Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah, seperti diterangkan pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, money politic jelas sangat dilarang. Ancamannya selain pidana dan denda, Caleg juga bisa didiskualifikasi untuk ikut Pileg tersebut.
 
"Jadi jangan coba-coba bermain uang. Jika ada temuan, maka secara administratifnya bisa kita diskualifikasi!" tegasnya pada kabarpali.com, Sabtu (2/2/2019).
 
Selain itu, terkait santernya isu money politic pihaknya berharap BAWASLU selaku leading sector bisa mengoptimalkan pengawasan. Jika ada rekomendasi, maka KPUD PALI dipastikan akan menindak lanjutinya sesuai aturan.
 
"Sifatnya kami hanya menunggu rekomendasi dari BAWASLU selaku pengawasan Pemilu, yang mana mereka punya perpanjangan tangan di Kecamatan hingga tingkat Desa. Namun selaku penyelenggara, kami juga terus melakukan edukasi pada masyarakat, agar menjadi pemilih yang cerdas, dan tidak tergoda untuk memilih berdasarkan sogokan," terangnya.
 
Selain isu money politic, Fikri mengaku KPUD PALI juga sudah siap jika nanti ada persoalan gugat menggugat antar Caleg pada suksesi Pileg ini. Menurut Ketua KPUD yang juga merangkap Komisioner Divisi Logistik ini, biasanya cenderung caleg yang satu partai saling gugat, terkait perolehan suara.
 
"Hal itu biasanya terjadi setelah usai pemilihan. Ketika sudah diketahui kalah menang baru ada gugat menggugat. Intinya kita sudah siap menyikapi persoalan ini," pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

101931 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79043 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39378 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25905 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23543 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
PALI [kabarpali.com] - Kisruh desas desus terkait strategi Calon Legislatif (Caleg) yang berniat bermain politik uang (money politic) pada Pileg 17 April 2019 nanti, disikapi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI dengan ancaman akan mendiskualifikasi Caleg yang ditemukan melakukan sogok pada pemilih tersebut.
 
Menurut Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah, seperti diterangkan pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, money politic jelas sangat dilarang. Ancamannya selain pidana dan denda, Caleg juga bisa didiskualifikasi untuk ikut Pileg tersebut.
 
"Jadi jangan coba-coba bermain uang. Jika ada temuan, maka secara administratifnya bisa kita diskualifikasi!" tegasnya pada kabarpali.com, Sabtu (2/2/2019).
 
Selain itu, terkait santernya isu money politic pihaknya berharap BAWASLU selaku leading sector bisa mengoptimalkan pengawasan. Jika ada rekomendasi, maka KPUD PALI dipastikan akan menindak lanjutinya sesuai aturan.
 
"Sifatnya kami hanya menunggu rekomendasi dari BAWASLU selaku pengawasan Pemilu, yang mana mereka punya perpanjangan tangan di Kecamatan hingga tingkat Desa. Namun selaku penyelenggara, kami juga terus melakukan edukasi pada masyarakat, agar menjadi pemilih yang cerdas, dan tidak tergoda untuk memilih berdasarkan sogokan," terangnya.
 
Selain isu money politic, Fikri mengaku KPUD PALI juga sudah siap jika nanti ada persoalan gugat menggugat antar Caleg pada suksesi Pileg ini. Menurut Ketua KPUD yang juga merangkap Komisioner Divisi Logistik ini, biasanya cenderung caleg yang satu partai saling gugat, terkait perolehan suara.
 
"Hal itu biasanya terjadi setelah usai pemilihan. Ketika sudah diketahui kalah menang baru ada gugat menggugat. Intinya kita sudah siap menyikapi persoalan ini," pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Pimpinan Ponpes Modern Ar-Rozi Apresiasi Kehadiran Wagub Sumsel Cik Ujang di Harlah ke-22

09 Juli 2026 561

PALI [kabarpali.com] – Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi [...]

Wabup PALI Iwan Tuaji Bantah Tuduhan Pemaksaan Dana CSR ke Perusahaan

09 Maret 2026 688

PALI [kabarpali.com] – Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, memberikan [...]

Bupati Hadir Diwakili Wabup, DPRD PALI Tolak Lanjutkan Rapat Paripurna

09 Maret 2026 1

PALI [kabarpali.com] - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal [...]

close button