Kadin Pertanian PALI Tanggapi Keluhan Petani Karet: Imbau Perawatan Kebun dan Penyuluhan Intensif

Oleh Redaksi KABARPALI | 07 Juli 2025
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan PALI, M. Jhoni (net/citrasumsel)


PALI [kabarpali.com] – Menanggapi keluhan para petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terkait merosotnya produksi getah akibat gugur daun berulang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan PALI, M. Jhoni, SP., MM memberikan penjelasan dan langkah penanganan yang dilakukan pihaknya.

Menurut Jhoni, pihak Dinas menyadari persoalan yang dialami petani dan menyebut bahwa beberapa kelompok tani karet telah mendapatkan bantuan berupa pupuk pada tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan mengurangi serangan penyakit yang menyebabkan gugur daun.

Namun, Jhoni juga menyoroti menurunnya semangat petani untuk mengelola kebun karet akibat harga getah yang terus merosot. "Kami menyadari, akibat harga turun, semangat petani untuk datang berkebun menjadi berkurang. Akibatnya, banyak kebun tidak terawat dan ditumbuhi gulma, yang menjadi pemicu munculnya hama dan penyakit," ujarnya.

Kondisi lingkungan kebun yang tidak higienis, lanjut Jhoni, menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kerentanan tanaman karet terhadap serangan penyakit. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kebun agar kesehatan tanaman tetap optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian akan mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif melakukan penyuluhan kepada petani. Penyuluhan akan difokuskan pada pentingnya pemupukan berimbang serta perawatan tanaman secara rutin dan menyeluruh.

"Kami imbau agar petani menjaga lingkungan tanamannya tetap bersih dan sehat. Percuma kalau kebun kita bersih, tapi kebun tetangga tidak terawat—karena penyakit bisa menyebar dengan cepat," jelas Jhoni.

Dengan kombinasi antara bantuan pupuk, penyuluhan aktif, dan kesadaran petani untuk merawat kebun secara kolektif, Dinas Pertanian berharap produksi getah karet di PALI dapat kembali meningkat dan kesejahteraan petani pun membaik.[red]

BERITA LAINNYA

101931 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79042 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39377 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25905 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23541 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Menanggapi keluhan para petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terkait merosotnya produksi getah akibat gugur daun berulang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan PALI, M. Jhoni, SP., MM memberikan penjelasan dan langkah penanganan yang dilakukan pihaknya.

Menurut Jhoni, pihak Dinas menyadari persoalan yang dialami petani dan menyebut bahwa beberapa kelompok tani karet telah mendapatkan bantuan berupa pupuk pada tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan mengurangi serangan penyakit yang menyebabkan gugur daun.

Namun, Jhoni juga menyoroti menurunnya semangat petani untuk mengelola kebun karet akibat harga getah yang terus merosot. "Kami menyadari, akibat harga turun, semangat petani untuk datang berkebun menjadi berkurang. Akibatnya, banyak kebun tidak terawat dan ditumbuhi gulma, yang menjadi pemicu munculnya hama dan penyakit," ujarnya.

Kondisi lingkungan kebun yang tidak higienis, lanjut Jhoni, menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kerentanan tanaman karet terhadap serangan penyakit. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kebun agar kesehatan tanaman tetap optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian akan mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif melakukan penyuluhan kepada petani. Penyuluhan akan difokuskan pada pentingnya pemupukan berimbang serta perawatan tanaman secara rutin dan menyeluruh.

"Kami imbau agar petani menjaga lingkungan tanamannya tetap bersih dan sehat. Percuma kalau kebun kita bersih, tapi kebun tetangga tidak terawat—karena penyakit bisa menyebar dengan cepat," jelas Jhoni.

Dengan kombinasi antara bantuan pupuk, penyuluhan aktif, dan kesadaran petani untuk merawat kebun secara kolektif, Dinas Pertanian berharap produksi getah karet di PALI dapat kembali meningkat dan kesejahteraan petani pun membaik.[red]

BERITA TERKAIT

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 128

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Kejari PALI Tetapkan Lima Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp900 Juta

21 Juli 2026 993

PALI [kabarpali.com] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab [...]

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 226

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

close button