Kadin Pertanian PALI Tanggapi Keluhan Petani Karet: Imbau Perawatan Kebun dan Penyuluhan Intensif
PALI [kabarpali.com] – Menanggapi keluhan para petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terkait merosotnya produksi getah akibat gugur daun berulang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan PALI, M. Jhoni, SP., MM memberikan penjelasan dan langkah penanganan yang dilakukan pihaknya.
Menurut Jhoni, pihak Dinas menyadari persoalan yang dialami petani dan menyebut bahwa beberapa kelompok tani karet telah mendapatkan bantuan berupa pupuk pada tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan mengurangi serangan penyakit yang menyebabkan gugur daun.
Namun, Jhoni juga menyoroti menurunnya semangat petani untuk mengelola kebun karet akibat harga getah yang terus merosot. "Kami menyadari, akibat harga turun, semangat petani untuk datang berkebun menjadi berkurang. Akibatnya, banyak kebun tidak terawat dan ditumbuhi gulma, yang menjadi pemicu munculnya hama dan penyakit," ujarnya.
Kondisi lingkungan kebun yang tidak higienis, lanjut Jhoni, menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kerentanan tanaman karet terhadap serangan penyakit. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kebun agar kesehatan tanaman tetap optimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian akan mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif melakukan penyuluhan kepada petani. Penyuluhan akan difokuskan pada pentingnya pemupukan berimbang serta perawatan tanaman secara rutin dan menyeluruh.
"Kami imbau agar petani menjaga lingkungan tanamannya tetap bersih dan sehat. Percuma kalau kebun kita bersih, tapi kebun tetangga tidak terawat—karena penyakit bisa menyebar dengan cepat," jelas Jhoni.
Dengan kombinasi antara bantuan pupuk, penyuluhan aktif, dan kesadaran petani untuk merawat kebun secara kolektif, Dinas Pertanian berharap produksi getah karet di PALI dapat kembali meningkat dan kesejahteraan petani pun membaik.[red]










