Premium Semakin Langka

Oleh Redaksi KABARPALI | 24 Agustus 2017
SPBU Tais Kab. PALI


PALI [kabarpali.com] - Kelangkaan bahan bakar jenis premiun akhir akhir ini nyaris terjadi di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di provinsi ini. Begitu juga di SPBU yang terletak di Desa Simpang Tais kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Di SPBU terbesar di PALI itu,
sudah sekitar dua bulan terakhir ini tidak lagi menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium.

Dari penuturan salah satu pegawai SPBU tersebut, BBM jenis premium memang sudah tidak dijual lagi di SPBU Simpang Tais.

"Kita tidak jual lagi bensin (premium, red)," tutur pegawai berseragam merah itu, belum lama ini. Saat wartawan mengisi bahan bakar kendaraan.

Ketika awak media mencoba menggali informasi terkait apa sebab tidak menjual BBM jenis premium (Bensin), pegawai SPBU itu tidak memberi tahu alasan kenapa tidak lagi menjual BBM yang disubsidi pemerintah tersebut,

"Kami tidak tahu, mungkin dari sananya," singkatnya, sambil mengisi BBM pelanggan.

Dengan tidak ditemukannya lagi Premium di SPBU di Desa Simpang Tais kecamatan Talang Ubi membuat sebagian masyarakat berspekulasi dan menduga bahwa BBM Premium sengaja distop pengirimannya oleh Pertamina.

Seperti diungkapkan Novriyansah (40) tokoh pemuda di kabupaten PALI, dirinya menilai bahwa Pertamina sebagai perusahaan satu-satunya yang mengelolah bahan bakar minyak di Indonesia sengaja melakukan pengurangan jatah BBM Premium ke SPBU.

"Mungkin saja itu disengaja. Karena pertamina ingin mengenalkan produk BBM Pertalite yang non subsidi. Sehingga masyarakat secara perlahan-lahan beralih ke Pertalite," ungkapnya.

Tentu sambung Novriyansah hal itu akan berdampak pada keuntungan Pertamina. Logikanya begini, kalau BBM Premium ketika hendak menaikkan harga haruslah melalui persetujuan dari DPR. Sehingga langkah tersebut akan sulit.

Tetapi, sambungnya, kalau Pertalite tidak perlu persetujuan DPR. Jadi pertamina bisa seenaknya saja menaikkan harga BBM," terangnya.

Ia juga menilai pertamina dalam hal ini sedang melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Mereka bilang di media masyarakat berebutan antre mencari pertalite. Karena Pertalite disukai masyarakat, padahal hal itu disebabkan karena BBM premium sudah habis karena dikurangi jatahnya oleh pertamina.

"Yang saya takutkan, lama kelamaan BBM Subsidi premium akan dihilangkan, yang jadi korban tetaplah masyarakat, Ongkos angkutan umum jadi naik, bahan-bahan sembako juga naik. Tentu diawali karena BBM sekarang sudah naik," pungkasnya.

Sementara, Robi Hervindo perwakilan dari pertamina hilir migas wilayah Sumbagsel membantah jika ada unsur kesengajaan bahwa pertamina mengurangi jatah BBM Premium ke SPBU.

"Itu tidak benar mas. Kondisi sekarang sebagian masyarakat sudah beralih ke pertalite dan pertamax, sehingga konsumsi premium memang tidak sebesar dulu sebelum ada pertalite," katanya saat dihubungi via whatsapp, Sabtu (12/8).[red]

BERITA LAINNYA

101936 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79074 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39399 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25935 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23557 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
PALI [kabarpali.com] - Kelangkaan bahan bakar jenis premiun akhir akhir ini nyaris terjadi di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di provinsi ini. Begitu juga di SPBU yang terletak di Desa Simpang Tais kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Di SPBU terbesar di PALI itu,
sudah sekitar dua bulan terakhir ini tidak lagi menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium.

Dari penuturan salah satu pegawai SPBU tersebut, BBM jenis premium memang sudah tidak dijual lagi di SPBU Simpang Tais.

"Kita tidak jual lagi bensin (premium, red)," tutur pegawai berseragam merah itu, belum lama ini. Saat wartawan mengisi bahan bakar kendaraan.

Ketika awak media mencoba menggali informasi terkait apa sebab tidak menjual BBM jenis premium (Bensin), pegawai SPBU itu tidak memberi tahu alasan kenapa tidak lagi menjual BBM yang disubsidi pemerintah tersebut,

"Kami tidak tahu, mungkin dari sananya," singkatnya, sambil mengisi BBM pelanggan.

Dengan tidak ditemukannya lagi Premium di SPBU di Desa Simpang Tais kecamatan Talang Ubi membuat sebagian masyarakat berspekulasi dan menduga bahwa BBM Premium sengaja distop pengirimannya oleh Pertamina.

Seperti diungkapkan Novriyansah (40) tokoh pemuda di kabupaten PALI, dirinya menilai bahwa Pertamina sebagai perusahaan satu-satunya yang mengelolah bahan bakar minyak di Indonesia sengaja melakukan pengurangan jatah BBM Premium ke SPBU.

"Mungkin saja itu disengaja. Karena pertamina ingin mengenalkan produk BBM Pertalite yang non subsidi. Sehingga masyarakat secara perlahan-lahan beralih ke Pertalite," ungkapnya.

Tentu sambung Novriyansah hal itu akan berdampak pada keuntungan Pertamina. Logikanya begini, kalau BBM Premium ketika hendak menaikkan harga haruslah melalui persetujuan dari DPR. Sehingga langkah tersebut akan sulit.

Tetapi, sambungnya, kalau Pertalite tidak perlu persetujuan DPR. Jadi pertamina bisa seenaknya saja menaikkan harga BBM," terangnya.

Ia juga menilai pertamina dalam hal ini sedang melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Mereka bilang di media masyarakat berebutan antre mencari pertalite. Karena Pertalite disukai masyarakat, padahal hal itu disebabkan karena BBM premium sudah habis karena dikurangi jatahnya oleh pertamina.

"Yang saya takutkan, lama kelamaan BBM Subsidi premium akan dihilangkan, yang jadi korban tetaplah masyarakat, Ongkos angkutan umum jadi naik, bahan-bahan sembako juga naik. Tentu diawali karena BBM sekarang sudah naik," pungkasnya.

Sementara, Robi Hervindo perwakilan dari pertamina hilir migas wilayah Sumbagsel membantah jika ada unsur kesengajaan bahwa pertamina mengurangi jatah BBM Premium ke SPBU.

"Itu tidak benar mas. Kondisi sekarang sebagian masyarakat sudah beralih ke pertalite dan pertamax, sehingga konsumsi premium memang tidak sebesar dulu sebelum ada pertalite," katanya saat dihubungi via whatsapp, Sabtu (12/8).[red]

BERITA TERKAIT

JMSI Sumsel Gandeng PT Rifan Financindo Berjangka Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Masyarakat

30 Juli 2026 218

Palembang [kabarpali.com] – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) [...]

Sufmi Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI di Tengah Polemik Laporan Penghinaan Wartawan

30 Juli 2026 426

Jakarta [kabarpali.com] – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad [...]

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 168

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

close button