Jadi Narasumber di FGD KPU, Ketua PWI PALI Sampaikan Evaluasi Pilkada 2024

Oleh Redaksi KABARPALI | 18 Februari 2025


PALI [kabarpali.com] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pilkada PALI 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/2/2025) di ruang rapat KPU PALI dan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya.

Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini, antara lain Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) PALI J. Sadewo, S.H., M.H., Ketua Bawaslu PALI Lestrianti, Am.Kep., Pemantau Pemilu Iwan Dedi, S.Kom., S.H., serta Pemerhati Politik dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), yang diwakili Anasrullah, S.Pd.I. Turut serta dalam diskusi tersebut anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan, Prahara Andri Kusuma.

Ketua KPU PALI, Sunario, S.E., menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan amanat Undang-Undang Pemilu yang bertujuan untuk mendapatkan koreksi, usulan, serta rekomendasi guna perbaikan penyelenggaraan Pilkada di masa mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber yang telah hadir dalam kegiatan ini. Dengan masukan yang diberikan, baik terkait tahapan maupun aspek non-tahapan Pilkada 2024, diharapkan kita dapat melakukan evaluasi yang komprehensif untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar Sunario.

Dalam sesi pemaparan, Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, S.H., M.H., memberikan sejumlah masukan, salah satunya terkait pentingnya sosialisasi dan pendidikan politik yang berkesinambungan mengenai bahaya politik uang (money politic). Menurutnya, jika penyelenggara dan pengawas pemilu secara intensif melakukan edukasi politik kepada masyarakat, maka potensi terjadinya praktik politik uang dapat diminimalisir.

"Selain itu, kami dari insan pers siap berkolaborasi dan bersinergi dengan KPU dan Bawaslu untuk menyukseskan pelaksanaan kontestasi politik. Hal ini telah kami buktikan dalam Pilkada 2024 lalu," tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya strategi sosialisasi melalui berbagai media, terutama mengingat bahwa sekitar 70% wilayah di PALI masih belum terjangkau sinyal internet. Oleh karena itu, selain memanfaatkan media sosial, KPU dan Bawaslu perlu mengoptimalkan peran media massa, khususnya media cetak, untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sebagai kesimpulan, Joko Sadewo menegaskan bahwa meskipun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, secara keseluruhan Pilkada di PALI berjalan dengan sukses, kondusif, dan tanpa sengketa.

"Ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Semua tahapan berjalan lancar sesuai dengan regulasi yang berlaku," pungkasnya.

Dengan terselenggaranya FGD ini, diharapkan hasil evaluasi dapat menjadi acuan bagi perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan Pilkada di PALI pada masa yang akan datang.[red]

BERITA LAINNYA

101931 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79043 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39378 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25905 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23544 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pilkada PALI 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/2/2025) di ruang rapat KPU PALI dan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya.

Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini, antara lain Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) PALI J. Sadewo, S.H., M.H., Ketua Bawaslu PALI Lestrianti, Am.Kep., Pemantau Pemilu Iwan Dedi, S.Kom., S.H., serta Pemerhati Politik dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), yang diwakili Anasrullah, S.Pd.I. Turut serta dalam diskusi tersebut anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan, Prahara Andri Kusuma.

Ketua KPU PALI, Sunario, S.E., menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan amanat Undang-Undang Pemilu yang bertujuan untuk mendapatkan koreksi, usulan, serta rekomendasi guna perbaikan penyelenggaraan Pilkada di masa mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber yang telah hadir dalam kegiatan ini. Dengan masukan yang diberikan, baik terkait tahapan maupun aspek non-tahapan Pilkada 2024, diharapkan kita dapat melakukan evaluasi yang komprehensif untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar Sunario.

Dalam sesi pemaparan, Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, S.H., M.H., memberikan sejumlah masukan, salah satunya terkait pentingnya sosialisasi dan pendidikan politik yang berkesinambungan mengenai bahaya politik uang (money politic). Menurutnya, jika penyelenggara dan pengawas pemilu secara intensif melakukan edukasi politik kepada masyarakat, maka potensi terjadinya praktik politik uang dapat diminimalisir.

"Selain itu, kami dari insan pers siap berkolaborasi dan bersinergi dengan KPU dan Bawaslu untuk menyukseskan pelaksanaan kontestasi politik. Hal ini telah kami buktikan dalam Pilkada 2024 lalu," tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya strategi sosialisasi melalui berbagai media, terutama mengingat bahwa sekitar 70% wilayah di PALI masih belum terjangkau sinyal internet. Oleh karena itu, selain memanfaatkan media sosial, KPU dan Bawaslu perlu mengoptimalkan peran media massa, khususnya media cetak, untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sebagai kesimpulan, Joko Sadewo menegaskan bahwa meskipun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, secara keseluruhan Pilkada di PALI berjalan dengan sukses, kondusif, dan tanpa sengketa.

"Ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Semua tahapan berjalan lancar sesuai dengan regulasi yang berlaku," pungkasnya.

Dengan terselenggaranya FGD ini, diharapkan hasil evaluasi dapat menjadi acuan bagi perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan Pilkada di PALI pada masa yang akan datang.[red]

BERITA TERKAIT

Prabowo Usulkan Kepala Daerah Tak Usah dipilih Langsung Rakyat, Cukup diwakili DPRD Saja

06 Januari 2026 827

Jakarta [kabarpali.com] — Presiden Prabowo Subianto mengemukakan wacana [...]

Musda ke-3 PKS PALI: Target Kursi di Semua Dapil, Siapkan Kader untuk Pilkada 2030

07 September 2025 1787

PALI [kabarpali.com] – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Penukal [...]

Putusan MK: Pilkada dan Pemilihan DPRD Dilaksanakan Tahun 2031

28 Juni 2025 2517

Jakarta [kabarpali.com] - Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja membuat keputusan [...]

close button