Bank dan ATM Langka, Layanan Keuangan di PALI Belum Maksimal atau Ekonomi Masih Stagnan?

Oleh Redaksi KABARPALI | 07 Mei 2022
ATM BRI di Simpang 4 Talang Ubi.


PALI [kabarpali.com] - Maraknya keberadaan perbankan bisa menjadi indikator berkembangnya perekonomian di suatu daerah. Untuk melayani masyarakat dalam transaksi keuangan, berbagai bank milik pemerintah maupun swasta biasanya akan berlomba, memberikan pelayanan terbaik mereka.

Meski demikian, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, masih sangat sedikit perbankan yang mau melirik daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan ini.

Tak hanya jumlah bank yang terbilang belum banyak, keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga masih sangat langka, di kabupaten yang kerap disebut Brunainya Sumatera ini.

Catatan kabarpali.com, di PALI baru terdapat Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dari ketiga bank tersebut terbagi menjadi 1 Cabang dan 5 Unit BRI, 1 Cabang dan 2 Unit Bank Sumsel Babel, serta hanya 1 Unit Bank Mandiri.

Sedangkan jumlah ATM di Ibukota PALI hanya terdapat 3 Unit ATM Bank Sumsel Babel yakni di Simpang 5 Pendopo, di kawasan Kantor DPPKAD PALI dan di Kantor Bupati PALI, 2 ATM BRI yaitu di Simpang 4 Talang Ubi dan di Handayani Mulia, serta 2 ATM Mandiri, yakni di Komplek Pertamina dan di Simpang 5, ditambah ATM bersama di RSUD PALI.

Menanggapi hal itu, Aan, salah satu warga Talang Ubi, mengatakan bahwa ada dua kemungkinan penyebab pelayanan bank di PALI yang belum memuaskan. Antara lain karena roda perekonomian yang masih stagnan, atau memang layanan bank belum maksimal.

"Di PALI, belum banyak pusat perbelanjaan yang menerima pembayaran non tunai, sehingga keberadaan ATM tentu menjadi sangat perlu. Orang-orang mau ambil cash tentu harus ke ATM. Sedangkan jumlahnya minim, sehingga tak heran kalau mendapati antrian panjang di suatu ATM di Ibukota PALI," tuturnya, Sabtu (7/4/2022).

Selain itu, banyak warga PALI yang belum terbiasa bertransaksi menggunakan Internet banking, ditambah sinyal provider seluler yang belum stabil bahkan terkategori blankspot (tak ada sinyal) di mayoritas wilayah, tentu memberi dampak negatif pada geliat perekonomian.

"Hal ini tentu menjadi PR yang urgent bagi pengampuh kebijakan di kabupaten ini. Untuk menggerakkan roda perekonomian banyak sarana dan fasilitas yang harus dipenuhi. Salah satunya ketersediaan perbankan dan ATM," tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemkab PALI melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah PALI, Rizal Fahlevi, dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp, tak kunjung memberi respon. Begitu juga pihak Bank Sumsel Babel Cabang PALI, masih belum memberi jawaban.[red]

BERITA LAINNYA

101927 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79038 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39377 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25900 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23539 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] - Maraknya keberadaan perbankan bisa menjadi indikator berkembangnya perekonomian di suatu daerah. Untuk melayani masyarakat dalam transaksi keuangan, berbagai bank milik pemerintah maupun swasta biasanya akan berlomba, memberikan pelayanan terbaik mereka.

Meski demikian, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, masih sangat sedikit perbankan yang mau melirik daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan ini.

Tak hanya jumlah bank yang terbilang belum banyak, keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga masih sangat langka, di kabupaten yang kerap disebut Brunainya Sumatera ini.

Catatan kabarpali.com, di PALI baru terdapat Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dari ketiga bank tersebut terbagi menjadi 1 Cabang dan 5 Unit BRI, 1 Cabang dan 2 Unit Bank Sumsel Babel, serta hanya 1 Unit Bank Mandiri.

Sedangkan jumlah ATM di Ibukota PALI hanya terdapat 3 Unit ATM Bank Sumsel Babel yakni di Simpang 5 Pendopo, di kawasan Kantor DPPKAD PALI dan di Kantor Bupati PALI, 2 ATM BRI yaitu di Simpang 4 Talang Ubi dan di Handayani Mulia, serta 2 ATM Mandiri, yakni di Komplek Pertamina dan di Simpang 5, ditambah ATM bersama di RSUD PALI.

Menanggapi hal itu, Aan, salah satu warga Talang Ubi, mengatakan bahwa ada dua kemungkinan penyebab pelayanan bank di PALI yang belum memuaskan. Antara lain karena roda perekonomian yang masih stagnan, atau memang layanan bank belum maksimal.

"Di PALI, belum banyak pusat perbelanjaan yang menerima pembayaran non tunai, sehingga keberadaan ATM tentu menjadi sangat perlu. Orang-orang mau ambil cash tentu harus ke ATM. Sedangkan jumlahnya minim, sehingga tak heran kalau mendapati antrian panjang di suatu ATM di Ibukota PALI," tuturnya, Sabtu (7/4/2022).

Selain itu, banyak warga PALI yang belum terbiasa bertransaksi menggunakan Internet banking, ditambah sinyal provider seluler yang belum stabil bahkan terkategori blankspot (tak ada sinyal) di mayoritas wilayah, tentu memberi dampak negatif pada geliat perekonomian.

"Hal ini tentu menjadi PR yang urgent bagi pengampuh kebijakan di kabupaten ini. Untuk menggerakkan roda perekonomian banyak sarana dan fasilitas yang harus dipenuhi. Salah satunya ketersediaan perbankan dan ATM," tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemkab PALI melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah PALI, Rizal Fahlevi, dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp, tak kunjung memberi respon. Begitu juga pihak Bank Sumsel Babel Cabang PALI, masih belum memberi jawaban.[red]

BERITA TERKAIT

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 223

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

Ekonomi PALI Tumbuh 5,08 Persen pada Semester I 2026

06 Juli 2026 575

PALI [kabarpali.com] – Kinerja ekonomi Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

Daya Beli Masyarakat Menurun, Dinkop UKM PALI Siapkan Terobosan PALI Night Culinary

06 Juni 2026 768

PALI [kabarpali.com] – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat akibat [...]

close button